Minggu, 21 April 2013

DESKRIPSI RUANGAN


   RUANG 413


    Kubuka pintu yang sebagian terbuat dari kaca, pada ujung tengah atasnya tertempel kertas bertuliskan "Ruang 413" terpancar sinar matahari yang menyorot dari jendela-jendela di sisi kiri ruangan, suara menderu bising dari teriakan-teriakan mahasiswa yang baru datang mengucapkan "Assalamualaikum" dari dalam maupun luar ruangan ini. 
      Ruangan ini begitu luas, tetapi jika hari semakin siang, akan terasa ruangan ini menjadi sempit, keringat-keringat penghuninya bercucuran, kipas angin yang tidak begitu kencang mendukung panasnya ruangan ini. Di ketiga sudut tengah langit-langit ruangan bergantungan tiga buah lampu neon panjang. Di atas ruangan ada sebuah pipa panjang yang berdiameter sekitar 20cm, entah apa fungsinya, tetapi kufikir itu adalah pipa yang di dalamnya terdapat saluran AC yang menghubungkan generatornya tepat di sebelah jendela dengan AC yang berada di ruangan sebelah 413.
      Ketika kuarahkan pandanganku ke belakang, terlihat jajaran-jajaran bangku kayu berwarna coklat pekat yang tidak lagi terpakai karena jumlah mahasiswa lebih sedikit dari jumlah bangku yang disediakan di ruangan ini. Jika sudah tiba waktunya masuk mata perkuliahan, kualihkan pandanganku ke depan ruangan, kuarahkan pendengaranku pada suara hentakan kaki di depan ruangan terlihat sosok dosen yang akan mengajar pada hari ini. 
       Tepat di sudut kiri ruangan terdapat sebuah kursi berwarna biru cerah dengan besi abu-abu pada kedua sisinya. Tepat di depan kursi itu terlihat meja berbentuk persegi panjang berwarna coklat. Kursi itu berbeda dengan kursi-kursi lain yang mengisi ruangan ini. Pada dinding depan ruangan ini terdapat dua buah papan tulis yang menempel pada dindingnya.

SASTRA LISAN "DONGENG LUTUNG KASARUNG"


Kelompok I     : 1. Agnes Lidya
                          2. Agus Ahmad SalimZajar
                          3. Ari Purwoko
                          4. AyuSafitria

Semester          : 4 Pagi
Jurusan            : Sastra Indonesia
Fakultas           : Sastra
Mata Kuliah    : Sastra Tradisional
Tugas               : Dongeng
 

a.      Pengertian Dongeng

            Dongeng adalah cerita yang dikarang dan diceritakan kembali secara berulang-ulang oleh orang-orang. Cerita itu bisa dibuat karena terinspirasi dari suatu peristiwa. Di dalamnya segala sesuatu bisa terjadi: Gunung Tangkuban Perahu berasal dari perahu yang ditendang Sangkuriang, danau Situ Bagendit terjadi karena lidi yang dicabut mengeluarkan air yang banyak, dan lain-lain.
            Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Terkadang kisah dongeng bisa membawa pendengarnya terhanyut ke dalam dunia fantasi, tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan.

b.      Ciri-ciri Dongeng
            Dongeng termasuk prosa lama yang memiliki batasan cerita khayal yang penuh berisi hal-hal yang sukar dapat diterima oleh akal manusia. Seperti halnya prosa lama lainnya dongeng juga mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1.      Dipengaruhi oleh agama hindu atau Islam
2. Banyak terdapat pepatah dan petitih
3. Menggunakan bahasa klise
4. Bersifat kurang dinamis
5. Nama pengarang tidak tertulis
6. isi banyak khayalan


c.       Macam-macam Dongeng
 Fabel
Fabel adalah dongeng yang menceritakan binatang yang berisi sindiran dan kadang-kadang bersifat didaktis.
Contoh :
a. Dongeng tentang kancil dan buaya
b. Dongeng tentang siput dan burung centawi

Legenda
Istilah legenda semula berarti cerita yang emngandung unsur agama, tetapi lama kelamaan berubah menjadi dongeng yang direka-reka dan dihubungkan dengan kenyataan yang terdapat dalam sekitar.
Contoh :
a. Malin Kundang
b. Gunung Tangkuban Perahu
c. Pulai Si Kantan

Sage
Sage adalah dongeng yang memilki unsur sejarah, walaupun sejarahnya sedikit dan banyak unsur khayalannya.
Contoh :
a. Kota Banyuwangi
b. Ciung Wanara
c. Tampak Siring

Mite
Mite adalah dongeng kepercayaan tentang dewa-dewa, atau mahkluk lain yang oleh masyarakat dianggap dewa.
Contoh :
a. Kiai Ageng Sela
b. Nyai Roro Kidul
c. Dewi sri


Dongeng Jenaka/Lelucon
Dongeng jenaka adalah dongeng yang bersifat jenaka/lucu.
Contoh :
a. Pak Kadok
b. Pak Pandir

            Untuk dapat menulis sebuah dongeng tentunya memiliki imajinasi yang baik. Tinggal jenis/macam apa yang diinginkan oleh pengarang, yaitu memilih salah satu dari jenis dongeng di atas. Selain itu menulis dongeng juga di harapkan memahami ciri-ciri sebuah dongeng, yaitu selain daya khayalnya yang porsinya lebih banyak juga tersirat ada unsur keagamaan atau dikdaktis. Dengan memahami ciri-ciri dan konsep masing-masing jenis dongeng kita akan dapat lebih mudah mengarangnya.

d.      Contoh Dongeng

LUTUNG KASARUNG
Cerita dari Jawa Barat
Alkisah, Prabu Tapa Agung memutuskan untuk lengser keprabon. Dari 7 puteri yang dimilikinya, beliau menunjuk putri Purbasari, putri bungsunya sebagai penerus tahta. Keputusan ini menimbulkan polemik di kerajaan karena dianggap tidak sesuai dengan tradisi. Mestinya tampuk kekuasaan jatuh pada si sulung. Sang prabu punya alasan sendiri. Si bungsu dianggap lebih berluhur budi. Menurut beliau, hanya dengan keluhuran budi seorang pemimpin dapat memerintah dengan adil.
Sepeninggal sang raja. Diam-diam si sulung, putri Purbararang, meminta bantuan seorang sakti guna mendatangkan bala. Purbasari tiba-tiba terjangkit penyakit kulit. Desas-desus ditiupkan oleh Purbararang, bala ini adalah buah kutukan dewata akibat ayahanda telah menyalahi tradisi. Demi menutup aib kerajaan, si bungsu diungsikan ke hutan.
Sementara itu, di kahyangan, seorang pangeran Guruminda sedang di wasiati sunan ambu, ibunya, agar segera mencari pendamping hidup. Di kahyangan banyak sekali putri yang cantik-cantik. Para pohaci. Namun tidak ada satupun yang menarik hatinya. Maka, sang bunda menitahkan ia untuk pergi ke buana panca tengah, tempat manusia bermukim. Mungkin di sanalah engkau akan menemukan cinta sejatimu, sabda sang bunda.
Tapi bagaimana ananda bisa tahu bahwa gadis yang hamba suka adalah cinta sejati. Sang bunda berhening-cipta sejenak, dan memutuskan mengubah pangeran dalam wujud seekor lutung. Sang bunda berkata, bila gadis itu adalah cinta sejatimu, kelak melalui gadis itulah kau dapat menjelma dalam wujud aslimu. Pangeran Guruminda.
Setelah bersembah sujud, memohon restu sang bunda, turunlah sang lutung ke bumi. Di sebuah hutan, ia bertemu dengan gadis yang tubuhnya terkena penyakit kulit. Sangat buruk dan mengeluarkan bau busuk. Tapi air muka sang putri terlihat memancarkan kebaikan dan keteduhan. Ia dikelilingi oleh sahabat demikian banyak. Seluruh penghuni rimba raya tidak ada yang menganggunya, bahkan selalu menemani dan membantunya.
Dengan cepat, lutung menjadi salah satu sahabatnya. Sejak mengenal lutung. Sang putri tidak perlu lagi berpayah-payah mencari makan. Setiap hari berbagai makanan sudah disediakan oleh lutung. Tidak hanya makanan, bunga-bunga cantik selalu tersedia untuk menghias tempat tinggal sang putri dan penghias gelung rambut indahnya.
Hari demi hari. Persahabatan diantara mereka makin lekat. Sang putri sangat menyayangi si lutung, demikian pula sebaliknya. Sang putri kerapkali menceritakan persoalan hidupnya kepada lutung.
Suatu ketika, saat sang putri membawa lutung berjalan-jalan, lutung tiba-tiba berlari ke suatu tempat. Tidak mau kehilangan lutung kesayangannya, sang putri lari mengejar hingga ke sebuah danau. Di tepi danau sang putri tertegun. Terpesona akan kesegaran dan jernihnya air danau tersebut. Beliau segera mandi disana. Anehnya begitu selesai mandi, hilanglah semua penyakit kulitnya. Bahkan bertambah kemilau indah kecantikannya. Sang puteri sangat berterima kasih pada lutung yang sudah membawanya pada danau tersebut. Karena penyakitnya sudah sembuh, puteri kembali ke istana. Tapi sang kakak yang tidak mau tahtanya diambil, malah mengajaknya adu tanding. Sang kakak membuka gelung rambutnya dan berkata bila rambut adiknya lebih panjang, ia akan menyerahkan tampuk kerajaan. Ternyata sang adik berambut lebih panjang.
Sang kakak masih tidak puas, ia mengatakan bahwa syarat menjadi ratu harus memiliki pasangan hidup. Sang kakak sudah memiliki pasangan: pangeran indrajaya.
Tantangan ini membuat sedih putri Purbasari, bagaimana tidak, selama ini ia hanya bergaul dengan binatang hutan tidak ada seorang pemudapun yang ia kenal. Dengan lirih, sang dewi berucap pada lutung,”kamulah yang paling dekat denganku selama ini. seandainya engkau manusia pastilah kau sudah ku jadikan pendamping hidupku”. Ucapan sang dewi bagai mantera pelepas sihir. Seketika itu pula lutung berubah wujud, menjelma jadi wujud asalnya saat di kahyangan, pangeran Guruminda.
Pangeran Guruminda segera menyatakan bahwa ia adalah pendamping putri Purbasari. Dan tahta kerajaanpun di ambil alih oleh yang semestinya, sesuai wasiat sang prabu.
e.       Penyebaran Dongeng
            Folklor lisan yang sampai saat ini yang masih berkembang adalah dongeng. Persebaran dongen dari mulut ke mulut semakin merata. Walaupun penyampaian secara leluri (dari mulut ke mulut) itu pasti ada penambahan dan pengurangan cerita aslinya tetapi masih dalam konsep cerita yang sama intinya. Paham monogesesis adalah kajian sastra lisan yang mencari asal-usul dongeng dari satu keturunan. Induk sastra lisan adalah satu, yang asli, dan yang lain hanya penyebaran (difusi).
f.       Manfaat  Dongeng
Mengembangkan Daya Imajinasi Anak
Perlu kita ketahui bahwa dunia anak adalah dunia imajinasi. Jadi anak mempunyai dunianya sendiri dan tak jarang mereka berbicara denga teman khayalannya. Dengan daya imajinasi yang masih sangat bagus ini, maka kita sebagai orang tua harus bisa mengarahkannya kearah yang positif dan tetap terkontrol. Dengan dongeng anak-anak maka inilah cara terbaik untuk mengarahkan mereka kearah yang baik.
Meningkatkan Keterampilan dalam Berbahasa
Dongeng merupakan stimulasi dini yang mampu merangsang keterampilan berbahasa pada anak-anak. Perlu kita ketahui bahwa cerita dongeng anak-anak mampu merangsang anak-anak terutama anak perempuan dalam meningkatkan keterampilan berbahasa mereka. Hal ini dikarenakan anak perempuan lebih fokus dan konsentrasi daripada anak laki-laki. Kemampuan verbal adalah kemampuan awal yang dimiliki anak-anak dan inilah mengapa otak kanan mereka lebih berkembang dan ini juga yang menyebabkan mereka lebih terlatih dalam berbahasa. Kisah-kisah dongeng yang mengandung cerita positif tentang perilaku dan sebagainya membuat anak-anak menjadi lebih mudah dalam menyerap tutur kata yang sopan.
Membangkitkan Minat Baca Anak
Jika ingin memiliki anak yang mempunyai minat baca yang baik, maka mendongeng adalah jalan menuju hasil tersebut. Dengan memberikan cerita dongeng anak-anak, maka anak-anak akan tertarik dan rasa penasaran ini membuat mereka ingin mencari tahu. Inilah dimana keinginan untuk membaca menjadi semakin meningkat. Dengan membacakan buku cerita yang menarik kepada anak adalah cara paling mudah yang bisa kita lakukan.
Membangun Kecerdasan Emosional Anak
Mendongeng kepada anak bisa membangkitkan kecerdasan emosional mereka dan ini juga sarana hebat yang mampu merekatkan hubungan ibu dan anak. Sperti yang kita tahu bahwa anak-anak mempunyai kesulitan dalam mempelajari nilai-nilai moral dalam kehidupan. Dengan dongeng anak-anak maka kita bisa memberikan contoh melalui tokoh dalam cerita yang kita dongengkan. Dongeng anak-anak akan membangtu anak dalam menyerap nilai-nilai emosional pada sesama. Tidak bisa dipungkiri bahwa kecerdasan emosional juga penting disamping kecerdasan kognitif. Kecerdasan emosional sangat penting bagi kehidupan sosial mereka kelak.
Membentuk Rasa Empati Anak
Melalui stimulasi cerita dongeng anak, kepekaan anak pada usia 3-7 tahun akan dirangsang mengenai situasai sosial disekitar mereka. Dengan metode dongeng untuk anak ini maka mereka akan belajar berempati terhadap lingkungan sekitar. Stimulasi yang akan lebih berhasil adalah dengan merangsang indera pendengarannya. Penting bagi kita memberikan stimulasi ini untuk memberikan mereka bekal yang baik untuk masa depannya. Dengan cerita-cerita dongeng yang mendidik, maka anak akan dengan mudah menyerap nilai positif yang akan menjadikan mereka anak yang berempati dengan orang lain.

JENIS-JENIS PARAGRAF JURNALISTIK


JENIS-JENIS PARAGRAF JURNALISTIK

Makalah Ini Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Jurnalistik
Dosen: Rerin Maulinda S.pd, M.pd



http://if.unpam.ac.id/foto_berita/57logo-unpam.jpg









Disusun oleh:
Ayu Safitria
(2011070039)



PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA
FAKULTAS SASTRA
UNIVERSITAS PAMULANG
2012





DAFTAR PUSTAKA


Muttaqin, Zaenal. dkk. 2004. Kaidah dan Pelatihan Bahasa Indonesia.Bandung: Insan Mandiri.
Rohmadi, Muhammad. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Sumber dari internet




Jenis-jenis Paragraf Jurnalistik
a.       Paragraf Jurnalistik Deduktif
“Satu-satunya bidang pembangunan yang tidak mengalami dampak adanya krisis ekonomi adalah pertanian. Hal ini dapat dilihat adanya pertumbuhan yang mengesankan di bidang perkebunansebanyak 6,5 persen, di bidang kehutanan sebanyak 2,9 persen, dan di bidang perikanan sebanyak 6,6 persen. Kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik meningkat dari 18,1 persen menjadi 18,4 persen persen. Padahal selama kurun waktu 30 tahun terakhir, pangsa pasar sektor pertanian merosot dari tahun ke tahun.”

b.      Paragraf  Jurnalistik Induktif
“Tokoh kartun Shincan dianggap tidak dapat dijadikan model yang baik untuk anak-anak, baik itu di Indonesia maupun di negerinya sendiri. Banyaknya protes yang ditujukan kepadanya melalui surat pembaca di berbagai media cetak. Hal itu kebanyakan dilakukan oleh ibu-ibu. Mereka menyatakan bahwa Shincan mempunyai kelakuan negatif yang ternyata banyak diikuti oleh anak-anak. Tokoh Shincan, di mata para ibu di Indonesia merupakan setan kecil penebar virus.”

c.       Paragraf Jurnalistik Campuran
      “Pasar modal berbeda dengan pasar uang. Pada dasarnya, pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk uang ataupun modal sendiri. Jika pasar modal merupakan untuk surat berharga berjangka panjang, maka pasar uang (money market) pada sisi yang lain merupakan pasar surat berharga jangka pendek. Baik pasar modal maupun pasar uang merupakan bagian dari pasar keuangan (financial market).”
Gagasan utama paragraf tersebut terdapat diawal dan diakhir paragraf (Campuran), yaitu:
1.      Pasar modal berbeda dengan pasar uang.
2.      Baik pasar modal maupun pasar uang merupakan bagian dari pasar keuangan (financial market).

d.      Paragraf Jurnalistik Kronologis
“Siang itu matahari bersinar dengan terik, wajar saja mengingat waktu menunjukkan tepat pukul 13.00 siang. Di tengah lapangan tampak dua tim futsal yang tengah bertanding memperebutkan juara satu dan dua SMUKIE CUP 2008. Mereka sudah melangkah hingga ke babak final. Kedua sekolah itu, SMAK 4 PENABUR dan SMA Tarakanita 2 memang terkenal atas kepiawaian dalam berlaga bola kaki.”

e.       Paragraf Jurnalistik Sebab-Akibat
“Bapak Darmo adalah pekerja keras, sampai-sampai ia melupakan waktu dan pola makan yang teratur. Akhir-akhir ini Bapak Darmotidak masuk kerja. Ia divonis menderita penyakit tipus akut. Oleh karena itu, ia harus segera mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.”

f.       Paragraf  Jurnalistik Definisi
“Kata Enzim berasal dari bahasa Yunani enzymas yang berarti menyebabkan perubahan. Enzim inilah yang merupakan unsur pembuat apel, pisang, atau buah lainnya menjadi matang dan sampai akhirnya membusuk. Enzim terdapat pada semua organisme hidup, termasuk juga berada pada tubuh kita. Setiap reaksi kimia dan biologi yang terjadi dalam tubuh kita selalu membutuhkan enzim sebagai katalisator, yaitu zat yang memungkinkan terjadinya reaksi tetapi tidak ikut bereaksi. Enzim terdiri dari 3 golongan, yaitu enzim metabolik, enzim pencernaan, dan enzim pangan.”

g.      Paragraf Jurnalistik Pengulangan
“Dia datang membawa bakul nasi, lalu dia meletakannya di atas meja makan yang dia lap karena mejanya basah oleh air yang tak sengaja dia tumpahkan dari gelas yang dia letakkan sembarangan.” (hitung sendiri berapa kata diulang kata "dia" dalam kalimat ini).

h.      Paragraf Jurnalistik Perbandingan
“Tentu kita sering atau paling tidak pernah membeli dan meminum susu Ultra kemasan sedang. Dengan berbagai rasa seperti coklat, stroberi dan vanila. Namun harganya terkadang berbeda antara susu Ultra biasa dengan susu Ultra Low Fat-High Calsium. Harga yang ditawarkan di pasaran biasanya Rp500,00 lebih mahal untuk susu Ultra Low Fat-High Calsium. Mengapa demikian? Bagi pakar gizi perbedaan harga pada kedua produk ini dianggap sebagai sebuah hal yang sederhana. Ya. Karena nilai kandungan dan kebermanfaatan pada susu Ultra Low Fat-High Calsium lebih tinggi dari pada produk susu Ultra biasa yang di dalamnya masih terdapat kandungan lemak yang memungkinkan pengonsumsinya menjadi gemuk. Sehingga pada susu Ultra Low Fat-High Calsium kandungan kalsium pada susunya dua kali lipat dari susu Ultra biasa.”
i.        Paragraf Jurnalistik Deskriptif Spasial
     “Lapisan ozon menipis. Hutan-hutan tropis mulai meranggas. Gurun makin luas. Akibatnya suhu bumi meningkat, cuaca tidak menentu, dan bencana alam makin sering datang. Kesimpulannya, bumi makin kritis. Siapa sesungguhnya yang berperan dalam menjadikan planet bumi ini menjadi demikian? Jawabnya tentu manusia sendiri!” (Deskripsi subjektif).

j.        Paragraf Jurnalistik Pertanyaan
“Siapakah Osama Bin Laden itu? Dia seorang bangsa Arab anak pengusaha terkenal di negeri tersebut. Dia seorang politis Muslim yang menentang pemerintahan kerajaan yang di Arab, akibat pertentangannya dengan pemerintah negeri itu, dia lari ke Afganistan dan memimpin sebuah organisasi yang bernama Al-Qaeda. Selanjutnya, Dia dituduh Amerika Srikat sebagai dalang teroris Internasional yang menyerang dan menghancurkan Petagon dan WTC. Oleh karena itu , dia menjadi salah seorang daftar pencarian orang di Negara Amerika Serikat.”

k.      Paragraf Jurnalistik Contoh
“Proses pengurusan surat-surat yang paling mudah ialah dengan cara “Menembak” atau ”Lewat belakang” (Tidak melalui prosedur yang berlaku). Contohnya waktu membayar pajak mobil, saya tidak mengurus sendiri, tetapi menyuruh calo yang biasa mangkal disana. Beresnya cepat sekali. Contoh lain waktu adik saya akan membuat SIM. Dia hanya memberikan uang da salinan KTP kepada calo lalu dia dipanggil untuk dipotret. Beberapa menit kemudian, SIM pun selesai. Selain itu waktu membuat akta kelahiran anak, saya hanya memerlukan waktu menunggu satu jam dengan cara memberi uang pelicin alakadarnya. Sementara itu, orang lain harus menunggu akta kelahiran anaknya beberapa jam setelah menyerahkan formulir karena tidak memberi uang pelicin.”

l.        Paragraf Jurnalistik Komparatif
“Ibu Aminah mempunyai dua orang anak perempuan, Ayu dan Deli. Usia mereka sama tetapi kebiasaan mereka sungguh berbeda. Deli sangat sulit bangun pagi sedangkan Ayu sangat rajin. Tetapi mereka sama-sama menyayangi ibunya.”

DESKRIPSI DENGAN PENGEMBANGAN OBSERVASI MENURUT SPASI DAN WAKTU


         PANAS TERIK HARI INI

   Jarum jamku menunjuk pada angka dua belas, matahari sedang membakar dahaga, memancarkan seluruh cahaya panasnya yang langsung menyengat kulitku. Rasanya seperti berada di atas gurun pasir tanpa berpakaian.
            Sepanjang jalan, aku dengan beberapa teman sekelasku terpaksa menikmati terik panasnya matahari hari ini, bergerombol, berkendara roda dua menuju sebuah pesta pernikahan. Parung, menyebut namanya saja setiap orang pasti dapat membayangkan betapa gersangnya tiap langkah melewati daerah ini.
            Saat kulewati sebuah gang terdengar gemuruh suara mesin garmen di sebelah kiri jalan, kualihkan pandanganku ke atas bangunan besar itu bertuliskan “PT SINKO GARMEN INDONESIA” yang mungkin sepertinya pasa saat terik matahari menyengat seperti ini waktunya para karyawan beristirahat dengan raut wajah yang kelihatan lusuh, capek, dan lapar. Di perjalanan tak sesekali kami temukan jalan yang keliru mencari rumah di pengantin wanita, bertanya kesana-kemari kepada masyarakat sekitar.
            Perjalanan terus kulanjutkan, terlihat di sebuah gang tertancap janur kuniang yang di salah satu rantingnya bergantungan selembar kertas putih bertuliskan “Hendri Adinata dan Anggi” yang berarti gang ini menunjuk pada lokasi yang kutuju. Seketika kulihat kembali jarum jamku yang kini menunjuk pada angka satu. Tepat satu jam perjalanan dari kampus menuju pesta itu.
            Siang hari pada bulan April ini, setibanya kami di sana belum banyak tamu yang datang. Mulai jelas terdengar alunan suara musik dangdut dari tenda yang berkolaborasi warna antara warna ungu pekat dengan warna putih. Hendri Adinata, teman sekelas kami pada jurusan Sastra Indonesia yang sedang melangsungkan pesta pernikahan tampak menyambut kami dengan wajah gembiranya di mulut tenda resepsi pernikahannya. Ketika melangkah masuk tenda, di sekelilingku terdapat kipas-kipas besar, hiasan-hiasan bunga mekar berwarna-warni, dan kelipan lampu-lampu kecil menghiasi seisi dalam tenda serta puluhan kursi dan meja tamu menambah cantik suasana.
            Dari sebelah kanan tenda, seorang ibu langsung menawarkan sajian prasmanan kepada kami. Berkumpul di satu meja panjang bersama sang pengantin pria, berceloteh, bercerita membicarakan hal yang konyol. Suguhan minuman bersoda dengan beberapa balok kecil es batu di dalam gelas beling  mengguyur tenggorokan, melepas dahaga. Seketikan obrolah kami pun memakan waktu panasnya matahari siang ini. Matahari sudah setengah condong ke barat, panasnya sudah setengah berkurang dari yang kurasakan di perjalanan tadi. Rasanya terbayar sudah lelah melawan panasnya terik matahari di enam belas April ini.
            Sore menyelimuti suasana, menggantikan siang yang panas itu. Kami pun berpamit pulang dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah, sementara resepsi pernikahan Hendri terus berlanjut hingga malam nanti memeriahkan pestanya hari ini dengan tamu-tamunya yang terus berdatangan.

Kamis, 04 April 2013

Secoret Tentang Diriku

Nama saya  AYU SAFITRIA, saya lahir di Tangerang, 28 Maret 1993, Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara, Ayah saya bernama Darmo dan Ibu saya bernama Siti Junaenah. Ayah saya adalah seorang wiraswasta dan Ibu saya adalah seorang perawat home care dari yayasan Kanopi. Adik Saya seorang laki-laki yang bernama Muhamad Gusnadi, adik saya sekarang sudah duduk di kelas 2 SMA. Tempat tinggal saya saat ini di Jalan Abdul Fatah, Desa Cibitung Tengah RT 04/01 No. 14, Kecamatan Tenjolaya, Kota Bogor.
Pada umur 6 tahun Saya memulai pendidikan di jenjang SD Negeri Pondok Benda 1, yang berada di Jalan Siliwangi, Pamulang dan selesai pada tahun ajaran 2004/2005 kemudian saya melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu di SMP Negeri 1 Tenjolaya dan lulus pada tahun 2008 dan melanjutkan di SMA N 1 Ciampea dengan program studi Ilmu Pengetahuan Alam hingga lulus pada tahun 2011. Selama menempuh pendidikan SMP hingga SMA saya pun dibekali dengan pendidikan agama di pesantren Sirojul Athfal. Selama Setelah itu saya melanjutkan pendidikan saya di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Tangerang Selatan yaitu Universitas Pamulang pada fakultas sastra dan pada jurusan sastra Indonesia. Hingga kini saya menjadi mahasiswa Universitas Pamulang semester 4.
Selain menjadi seorang mahasiswa, saya juga aktif dalam program-program yang di dalam jurusan Sastra Indonesia seperti panitia pada acara pelatihan jurnalistik “Couching Jurnalisme Warga Wide Shot Metro Tv 2013” dan aktif dalam “Sanggar Sastra” serta program-program Sastra Indonesia Universitas Pamulang lainnya. Di samping itu, saya juga memiliki hobi menulis sejak SMP, hingga kini tulisan saya seperti puisi dimuat dalam mading sekolah semenjak SMA dan mading kampus Sasindo.

KAMPUSKU

Kawan lihat ke belakang
Kisah sebuah bangunan raksasa
Dibangun dari kegigihan
Disusun dari kerja keras

Di pertigaan jalan
terbangun, tersusun kampus harapan
Lalu lalang sang maha pelajar
Persepsi diri diutamakan
Mata kuliah adalah pedoman

Kawan lihat ke depan
Mulai dari kampus ini kita mengukir impian
Dari seorang bapak yang berjuang
Bukti nyata Universitas Pamulang

PEREMPUAN

Adalah kaum hawa
Emansipasi mengangkat perubahan
Sosok inspirasi
Sosok edukasi alami
Bak sosok ibu kartini
Adalah kaum yang mempunyai rahim
Lemah kekuatan namun kuat naluri
Unsur estetik dari setiap lekuk tubuh
Menawan
Indah